KadinSenin, 05 April 2021

THR 2021, Dibayar Penuh atau Dicicil? Ini Sikap Kadin


Ilustrasi - Tunjangan Hari Raya (THR). Shutterstock.


JAKARTA – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) 2021 tanpa dicicil. Begitulah permintaan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto kepada pengusaha. Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Komite Tetap Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Bob Azzam mengatakan kondisi bisnis di tengah pandemi Covid-19 ini masih beragam. Ada yang sudah mulai pulih, tapi ada juga yang masih di tahap survival


Menurutnya, perlu ada penyesuaian dalam pembayaran THR. Bagi perusahaan yang sudah pulih, THR bisa dibayarkan sesuai ketentuan. Namun, yang belum pulih, dibicarakan secara bipartit (perusahaan dan buruh). 


“Jadi [pembayaran THR] disesuaikan dengan kondisi masing-masing, tidak dapat digeneralisir,” katanya seperti dilansir oleh Tempo.co, Senin (5/4/2021).


Baca juga: Kadin-KPK Berkolaborasi Bangun Whistleblowing System


Kadin, lanjut Bob, menyerahkan urusan ini ke lembaga tripartit atau Dewan Pengupahan Nasional (Depenas). Untuk itu, ia berharap isu ini bisa dibahas dilembaga-lembaga tersebut. Pasalnya, perwakilan pengusaha, buruh, dan pemerintah sudah ada di dalamnya. “Prinsipnya diserahkan ke bipartit masing-masing perusahaan. Biar dibicarakan di sana,” terang Bob. 


Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan aturan pembayaran THR 2021 diharapkan terbit awal atau minggu pertama Ramadan. Pihaknya (baca. Kementerian Ketenagakerjaan), lanjutnya, telah berkomunikasi dengan pengusaha dan serikat pekerja. 


Dalam proses penyusunan aturan pun, tambah Anwar, kementerian akan melihat data-data perkembangan terakhir dari kondisi di sejumlah sektor bisnis, sehingga tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang wajib membayar THR 100 persen tanpa dicicil bila bisnis sudah pulih. “Ya kalau normal ya, 100 persen,” tutupnya.

Berita Terbaru
Kadin Resmikan Desa Tangguh Wisata Tasola Lombok
Peresmian Desa Tangguh Wisata Kadin Indonesia. Dok. Kadin Indonesia.
SelengkapnyaKadin