KadinJumat, 16 Oktober 2020


Kadin Berharap Perizinan Perikanan Lebih Simpel


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap kehadiran Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) bisa menciptakan sistem birokrasi perizinan yang jauh lebih simpel dari sebelumnya. Dengan begitu, arus investasi bisa meningkat dan muncul banyak lapangan pekerjaan baru di Indonesia, termasuk di sektor kelautan dan perikanan nasional. 


Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menuturkan, untuk memulai dan melanjutkan usaha di sektor Kelautan dan Perikanan (KP), pelaku usaha nasional mengharapkan empat hal dari pemerintah, yakni perizinan yang simpel, ketentuan perpajakan yang jelas, kepastian usaha, dan kepastian hukum. 


“Secara umum, kami melihat bahwa UUCK bisa menghadirkan itu, pelaku usaha hanya menginginkan perizinan yang semakin simpel dan semakin baik, pajak yang jelas, adanya kepastian usaha, dan kepastian dari aspek hukum,” kata Yugi Prayanto di Jakarta (14/10/2020). 


Yugi menuturkan, selama ini pelaku usaha memang menunggu regulasi yang memenuhi empat harapan tersebut dan UUCK diharapkan benar-benar bisa membuktikannya. Dia mencontohkan, tren digitalisasi hendaknya dibarengi dengan sistem pengurusan izin yang bersifat daring (online) dan ini sudah diinisiasi pemerintah. “Tentu kami menunggu-nunggu (UUCK), regulasi yang bisa mempermudah perizinan, perizinan menjadi lebih simpel, ada penyederhanaan, izin kapal bisa online, tidak rumit-rumit lagi,” kata dia.


Sedangkan dari sisi kepastian usaha dan kepastian hokum bisa tampak pada klausul UUCK yang membahas tentang sanksi. Di subsektor perikanan budidaya, apabila ada pelanggaran yang bersifat administrative cukup dengan didenda bukan dipidana. 


“Kalau ada pelanggaran administratif itu cukup dikenai denda, tidak pidana, ini yang kami harapkan. Apakah dengan ketentuan seperti itu UUCK bisa memperbaiki iklim investasi di sektor kelautan dan perikanan, harapan kami iya, tapi ini memang perlu pembuktian,” jelas dia. 


Dia juga menuturkan, prospek usaha di sektor KP masih sangat menjanjikan karena masih banyak potensi di sektor tersebut yang belum dimanfaatkan. Dengan UUCK, Kadin berharap pelaku usaha yang berinvestasi di sektor tersebut semakin banyak. 


“Secara detil dari kemudahan berusaha yang dijanjikan dalam UUCK tentu akan dielaborasi dalam petunjuk teknis, baik dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) maupun peraturan menteri (Permen). Kalau ada revisi-revisi dari UUCK kami akan minta nanti di juknisnya,” papar dia. 




Dilansir dari Investor Daily


Berita Terbaru
UPDATE Corona: Per 29 Oktober, Kasus Corona di Indonesia Mencapai 404.048
Ilustrasi – Update kasus corona. Shutterstock.
SelengkapnyaKadin