Kadin Akan Gelar FGD Industri Gula dan Tanaman Perkebunan Lainnya
Event Kadin (en)
Start
Wednesday, 17 July 2019
End
Wednesday, 17 July 2019


Kadin Akan Gelar FGD Industri Gula dan Tanaman Perkebunan Lainnya


Gula sebagai salah satu komoditas perkebunan, sudah sejak lama di targetkan produksinya mencapai swasembada. Tetapi faktanya hingga kini target tersebut belum pernah tercapai. Komoditas perkebunan lainnya yang jumlahnya lebih dari 127 jenis komoditas, baru sekitar 15 komoditas saja yang menghasilkan devisa, dan sumbangan yang terbesar berasal dari kelapa sawit. Seiring perkembangan dan kemajuan teknologi terutama ICT, secara nyata telah mampu mendorong peningkatan produktivitas, mulai produksi, pengolahan dan pemasaran. Semua hal itu sangat berkolerasi dengan penerapan industri 4.0 atau dapat diistilahkan menjadi Agroindustri 4.0 atau Agrobisnis Online. Tetapi akankah implementasi Agroindustri 4.0 mampu menjadi solusi jitu sehingga produksi gula dapat ditingkatkan secara signifikan dan impor dapat menurun, begitu pula dengan komoditas perkebunan lainnya.


Sehubungan dengan hal di atas, Kadin Indonesia akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Agroindustri 4.0 Aplikasinya pada Industri Gula dan Tanaman Perkebunan Lainnya untuk Meningkatkan Daya Saing” pada :   


Rabu / 24 Juli 2019

Pkl. 09.00 WIB - selesai

Di Ruang Training, Menara Kadin Indonesia lt.3

Jl. HR Rasuna Said X-5 Kav.2-3, Jakarta 12950


Kontak :

Selly 021-5274484 ext 118 / sellykarya@gmail.com

Wiwik 021-5274484 ext 118 / ruwiyati01@gmail.com


Event Kadin (en)

Upcoming Event
Monday 21 Oct
Event Kadin (en) Kadin dan Lemhannas Akan Selenggarakan Pelatihan Kebangsaan

Kadin Indonesia bekerjasama dengan LEMHANNAS akan menyelenggarakan Pelatihan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan bagi para pengusaha.

Wednesday 31 Jul
Event Kadin (en) Diskusi Menciptakan Industri Sawit yang Berkelanjutan

KADIN Indonesia bersama TEMPO Media Group akan menyelenggarakan serial diskusi terkait ekonomi. Tema diskusi kali ini adalah “Menciptakan Industri Sawit yang Berkelanjutan”.